Categories
News

Tips Bangun Rumah di Jakarta agar Tidak Panas

Tips Bangun Rumah di Jakarta agar Tidak Panas – baNyak dari kita yang ketika mencari sebuah hunian lebih mengutamakan rumah-rumah yang tidak menghadap barat. Apa lagi alasannya kalau bukan panas matahari. Ya, bangunan yang menghadap barat tentu akan mendapat paparan sinar matahari sore yang begitu banyak. Tak hanya eksteriornya saja, interior rumah pun ikut terpengaruh oleh panasnya. Namun bila pada akhirnya rumah menghadap baratlah yang Anda dapatkan, mau tidak mau Anda harus mengakalinya. Cara simpel namun efektif yang bisa Anda gunakan adalah dengan menerapkan secondary skin. Banyak arsitek yang dapat memberikan desain secondary skin yang atraktif. Tak hanya menahan sebagian paparan sinar matahari, secondary skin pun turut memperindah tampilan fasad. seperti yang terlihat di kediaman indarmawan berikut ini.

Didesain oleh arsitek rully Yediaprianto dari PT Alborg Multiguna internusa, 2 desain secondary skin ini menjadikan fasad rumah sangat eye catching. Dengan bentuk dan penerapan yang berbeda, keduanya efektif mereduksi cahaya matahari dari arah depan bangunan. susunan beton ringan Desain yang pertama adalah secondary skin hitam putih yang terpasang pada bagian kiri fasad. Terbuat dari beton ringan yang dipotong dan diberi coating pelindung, secondary skin ini juga dicat hitam dan putih sehingga tampak kontras.

Pola penyusunannya pun cukup unik, yaitu diagonal, sehingga tampilan depannya terlihat berlapis-lapis. Fungsi dari secondary skin ini adalah untuk mengurangi intensitas cahaya matahari yang masuk ke jendela kaca kamar tidur di lantai atas, karena itu penerapannya tidak dimaksimalkan menutupi seluruh fasad. Barisan bata beton ringan ini juga diaplikasikan pada dinding pagar bangunan sehingga terlihat sebagai sebuah kesatuan desain. rongga-rongga putih Desain yang berikutnya adalah secondary skin berlubang-lubang yang sepintas tampak seperti rongga sarang lebah. Ukurannya yang cukup besar menjulang dari bagian tengah bangunan hingga ke ujung atap, dengan warna putih yang menarik atensi. Untuk secondary skin satu ini, fungsinya adalah untuk menutupi permukaan dinding di baliknya, agar panas matahari tidak menerobos ke ruang di dalamnya. Tak hanya itu, secondary skin tersebut juga tak hanya sekedar sebagai “kulit tambahan” melainkan menyatu dengan desain fasad rumah.

“Secondary skin ini merupakan satu kesatuan ide untuk fasad, yakni bentuk atap kanopi di sisi kanan dan kiri, ujung atap yang agak maju ke depan, dan secondary skin tersebut yang menjadi fokus point-nya,” jelas sang arsitek. Permukaan secondary skin ini terdiri atas bentuk-bentuk oval dengan permainan lekuk di tiap sisinya. Material penyusunnya adalah glassfibre reinforced cement atau GrC yang dilapis kembali dengan cat sebagai finishing. karena ukurannya cukup besar, proses pembuatan secondary skin ini dibagi menjadi beberapa proses pencetakan modul. setelah itu, barulah semua modul tersebut dipasang ke dinding bangunan. Pertama-tama, rangka dibuat terlebih dahulu dengan menggunakan besi siku sesuai modul secondary skin. Di bagian dalam modul, dipasangkan plat besi sebagai penampang. setelah itu, modul dipasangkan dengan metode las ke besi siku tadi. Barulah kemudian proses finishing sambungan dilakukan agar semua modul terlihat menyatu. Terakhir yang tidak kalah penting adalah jangan lupa gunakan genset agar alat elektronik di rumah anda masih berfungsi meski terjadi pemadaman listrik oleh PLN. Gunakan Genset yang berkualitas yang di dapat dari supplier jual genset jakarta yang terpercaya dan bergaransi

Categories
News

Bahaya nya Tambang Pasir Illegal di Gunung Merapi

YOGYAKARTA — Maraknya penambangan pasir secara ilegal mengancam keberadaan sabo atau tanggul penahan lahar di sepanjang aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Merapi. Kepala Seksi Perencanaan Operasi dan Pemeliharaan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO), Antyarsa Ikana Dani, mengatakan, bila penambangan pasir ilegal dibiarkan menggerus sabo, bangunan penahan lahar itu bakal berpotensi roboh. “Dampaknya, sabo tidak bisa menahan aliran lahar dari erupsi Merapi,” ujar Dani, kemarin. Akibatnya, potensi bencana akibat erupsi Merapi akan semakin besar. Pelaku penambangan pasir secara ilegal bukan hanya warga desa di sekitar aliran sungai, tapi juga perusahaan. Warga biasanya hanya menambang pasir secara manual, sehingga jumlah pasir yang mereka ambil juga terbatas. Sedangkan penambangan yang dilakukan oleh perusahaan dilakukan secara besar-besaran menggunakan alat berat. Salah satu perusahaan yang diduga melakukan penambangan secara ilegal adalah PT Surya Karya Setiabudi (SKS).

Perusahaan ini menambang di hulu Sungai Bebeng, Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi penambangan PT SKS hanya beberapa kilometer dari puncak Merapi. Berdasarkan catatan BBWSO, PT SKS tidak memiliki surat rekomendasi teknis dari BBWSO yang merupakan syarat wajib izin penambangan pasir di sepanjang aliran sungai sekitar Merapi. Aktivitas tambang PT SKS juga meresahkan warga di sekitar lokasi tambang. Sebab, keselamatan sebagian besar warga bergantung pada kekokohan sabo. Di seluruh kawasan Merapi terdapat 300 sabo, 12 di antaranya ada di sepanjang Sungai Bebeng. Mukri, salah satu tokoh masyarakat di Dusun Jrakah, Desa Kaliurang, Magelang, mengatakan ia dan sejumlah warga telah berupaya untuk menghentikan penambangan pasir secara ilegal tersebut. “Tapi penambangan secara besar-besaran oleh perusahaan terus terjadi,” ujarnya, kemarin. Kekhawatiran Mukri dan warga sepanjang sungai lahar Merapi semakin memuncak ketika mendengar kabar bahwa telah muncul kubah lava baru di kawah Merapi. Kemunculan kubah lava merupakan salah satu tanda bahwa gunung api paling aktif di Indonesia itu bakal segera erupsi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta menyatakan volume kubah lava pada 25 Agustus mencapai 32 ribu meter kubik. Sementara itu, Direktur PT SKS, Muhammad Luthfi, telah membantah bahwa penambangan pasir yang dilakukan perusahaannya ilegal. Ia mengklaim memiliki surat rekomendasi dan izin penambangan. “Kami sudah ada izinnya,” kata Luthfi. Menurut dia, PT SKS sudah mengantongi izin normalisasi, izin penambangan, serta izin pengangkutan dan penjualan atas tambang. Adapun Kepala Dinas Penanaman Modal, Prasetyo Aribowo, justru mengatakan pihaknya sudah mencabut izin penambangan PT SKS sejak 26 September 2017. Saat ini PT SKS sedang mengajukan izin usaha penambangan baru. “Tapi beda lokasi,” ujarnya kemarin.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jawa Tengah, Sabarudin Hulu, telah menyayangkan penambangan pasir ilegal yang membahayakan warga tersebut. “Bahaya sekali kalau eksploitasi pasir Merapi terus terjadi,” ujarnya. Sabarudin juga meminta agar para pejabat tingkat daerah lebih berhatihati dalam memberikan izin tambang. Terutama untuk penambangan yang berpotensi merusak lingkungan. “Ekosistem Merapi harus dijaga,” kata dia