Categories
Parenting

Momen makan pertama Si Kecil

Periode emas, itulah periode sejak Si Kecil berada dalam kandungan sampai berusia dua tahun. Di sebut seperti itu, sebab periode yang juga dikenal sebagai 1000 hari pertama kehidupan ini, amat menentukan masa depan Si Kecil. Karena itulah sejak masa kehamilan, ibu hamil diminta untuk selalu memerhatikan asupan gizinya.

Baca juga : Kerja di Jerman

Setelah bayi lahir, Si Kecil harus diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. Setelah itu, di atas usia 6 bulan, saat kebutuhan nutrisi harian bayi terus meningkat, asupannya tidak dapat dipenuhi hanya dari ASI saja, namun juga Makanan Pendamping ASI (MPASI). Pada saat 6 bulan inilah, perlu diciptakan momen makan pertama bagi Si Kecil. Menurut Dr. Endang Dewi Lestari, MPH, SpA(K), spesialis anak konsultan, pakar nutrisi dan penyakit metabolik ini, selain memberikan nutrisi yang cukup untuk tumbuh kembang Si Kecil, momen makan pertama juga sangat penting untuk mengenalkan rasa pertama kali.

Berbagai rasa makanan yang diterimanya akan disimpan dalam memori, sehingga Si Kecil kelak akan tumbuh menjadi anak yang tidak susah makan. “Momen makan pertama juga dapat membantu menghindari risiko alergi, karena Si Kecil sudah diajarkan beradaptasi terhadap makanan baru sejak dini,” jelas Dr. Endang Dewi Lestari, MPH, SpA(K), spesialis anak konsultan, pakar nutrisi dan penyakit metabolik ini. Saat ini Bunda memiliki alternatif MPASI, yaitu Milna Bubur Bayi Organik, yang merupakan bubur bayi organik pertama di Indonesia yang tersertifikasi resmi. Milna Bubur Bayi Organik terbuat dari bahan alami organik pilihan yang diproses secara alami tanpa bahan kimia dan bahan pengawet.

Nah, Bunda masih ingin tahu lebih banyak tentang kebutuhan nutrisi harian Si Kecil dan momen makan pertama Si Kecil? Ayo cari tahu di acara Milna 1st Bite Day. Bunda bisa mengikuti talkshow interaktifbersama Dr. Endang Dewi Lestari, MPH, SpA(K). spesialis anak konsultan, pakar nutrisi dan penyakit metabolik ini, dengan tema “Rayakan Momen Makan Pertama Si Kecil” di acara Milna 1st Bite Day ini, akan dihadiri pasangan Donita dan Adi Nugroho berserta buah hatinya yang akan merayakan momen makan pertamanya. Di acara Milna 1st Bite Day ini, Bunda bisa mengajak Si Kecil untuk merasakan berbagai aktivitas menarik, seperti Baby Spa, Baby Gym, Baby Stylish, Baby Photo Studio, Baby School, dan Baby Café.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Categories
Parenting

Tes Kemampuan Linguistik Untuk Usia Dini

Memahami pentingnya pengembangan kecerdasan linguistik pada anak usia dini, Indonesian International Education Foundation (IIEF) meluncurkan TOEFL Primary Test sebagai sarana awal bagi pengembangan multiple intelligence pada anak usia 8-11 tahun.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman

Dalam acara seminar multi intelegence dan peluncuran TOEFL Primary, IIEF secara khusus mengundang psikolog Tika Bisono untuk berbicara mengenai pentingnya mengembangkan kemampuan bahasa Inggris anak dalam seminar yang bertajuk “English as A tool to Develop, Increase, and Sharpen Multiple Intelligence” di hotel JW Marriot (10/3) Tika Bisono menyampaikan, bahasa selain alat komunikasi juga sebuah budaya. Mempelajarinya sejak kecil bukan saja mengasah keterampilan berbahasa namun juga belajar untuk menjadi manusia berbudaya. “Ada 9 (sembilan) kecerdasan anak dimana intelegensi linguistik adalah awal dari semua kecerdasan ini.

Kecerdasan linguistik membuat anak mampu menggunakan dan mengolah kata–kata secara efektif baik lisan maupun tertulis. Sementara itu, bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang kompleks dan komprehensif bisa membantu anak agar lebih cepat mempertajam kecerdasan mereka,” ujar Tika. Bagi para orangtua, Tika menyarankan untuk tidak hanya meluangkan tetapi menciptakan waktu khusus untuk berbicang-bicang bersama anak atau membacakan cerita selama 5 (lima) menit setiap harinya menggunakan bahasa Inggris. Hal ini secara progresif akan menstimulasi intelegensi linguistik anak.

Sementara itu, guru dapat memainkan peranan besarnya dengan memandu dan mengevaluasi kemampuan siswa dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris di kelas secara periodik. Salah satu cara yang dapat ditempuh oleh setiap guru dan penyelenggara pendidikan adalah menggunakan alat evaluasi yang tepat. Melanjuti pesan yang sampaikan oleh Tika Bisono, Direktur IIEF Diana Kartika Jahja mengatakan “Visi kami adalah meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang unggul melalui pendidikan berskala internasional.

Sehingga penting bagi kami mengawal setiap proses ini, termasuk di dalamnya TOEFL Test yang merupakan sertifi kasi kemampuan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Kami juga menyadari hal ini harus dibangun dan dimulai sejak dini pada sekolah dasar. Oleh karenanya, TOEFL Primary Test hadir sebagai solusinya.” TOEFL Primary Test adalah produk terbaru yang diluncurkan oleh Educational Testing Service (ETS®) Princeton Amerika Serikat yang diperuntukkan anak usia 8-11 tahun.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Categories
Parenting

Anak Sering Batuk

Anak saya yang pertama, dulu sampai usia 14 bulan sering terkena batuk dan batuknya se perti orang asma. Batuk itu berdahak dan selalu hilang-muncul. Setelah usia 2 tahun (sekarang anak saya 3 tahun), batuknya tidak seperti itu lagi, bahkan dapat dikatakan sudah hilang (tidak pernah batuk). Anehnya, anak saya yang kedua (sekarang 6 bulan) mengalami hal yang sama seperti kakaknya. Apakah semua ini normal, terjadi pada anak usia di bawah 1 tahun? Mohon jawaban dokter rifan. Terima kasih. Tetty mardiana – lombok

Baca juga : tes toefl Jakarta

Batuk pada usia muda/bayi kecil dapat disebabkan oleh banyak faktor. Di antaranya sering mendapat infeksi saluran napas akut (ISPA) berulang akibat tertular dari orangorang sekitarnya atau akibat aliran balik isi lambung ke atas/tenggorokan (reO uks gastroesofageal) yang sering kali merupakan kondisi normal pada bayi. Faktor alergi termasuk terpapar oleh asap rokok, obat nyamuk, juga bisa menjadi penyebab. Apabila terdapat riwayat alergi yang di derita oleh ayah dan/atau ibunya, maka batuk yang diderita kedua anak Ibu dapat saja disebabkan oleh faktor alergi.

Lewat permainan ini, bayi secara tak langsung disiapkan agar bisa merangkak. CARA BERMAIN 1. Tengkurapkan si kecil. 2. Letakkan tangan Mama di telapak ka kinya. 3. Ketika merasakan tangan Mama, si kecil akan berusaha untuk maju ke depan dengan mendorong . 4. Jika si kecil tidak merespons, cobalah berikan dorongan halus agar dia ter gerak untuk merangkak. 5. Sementara mendorong pelan, ucapkanlah sajak berikut ini atau pilihlah lagu dengan syair yang sesuai.

KECERDASAN YANG DIKEMBANGKAN

n KECERDASAN KINESTETIK-JASMANI Permainan ini sangat baik untuk otot kaki dan pinggul bayi. Kekuatan otot pinggul sangat baik untuk kemampuan merangkaknya kelak. Koordinasi kaki dan tangannya juga semakin terasah. Sebuah hasil riset otak membuktikan, keterampilan motorik yang berulang terus-me nerus menguatkan sirkuit neu tral yang berasal dari wilayah berpikir otak ke wilayah motorik dan keluar-masuk saraf yang menggerakkan otot. Se makin sering dilatih maka semakin siaplah si bayi untuk melanjutkan ke tahapan perkembangan motorik selanjutnya.

n KECERDASAN INTERPERSONAL Ikatan kasih orangtua dan bayi sangat membantu untuk membangun keper cayaan. Kepercayaan ini sangat berguna saat bayi membangun relasi sosi al di lingkungannya. Bayi tidak segan untuk mengeksplorasi lingkungannya.

n KECERDASAN MUSIKAL & LINGUISTIK/BAHASA Melalui sajak/lagu yang orangtua lan tunkan, si kecil belajar mengenal ane ka kosakata, intonasi suara, tinggi rendahnya suara, dan lain-lain. n KECERDASAN RUANG (VISUAL-SPASIAL) Setelah bayi bisa merangkak, dengan banyak bergerak dari satu tempat ke tempat lain, bayi belajar mengenal ruang dan jarak aman baginya. Bayi belajar untuk “memetakan” ruangan tempat ia berada.

Sumber : pascal-edu.com