Categories
News

Nestapa Pencari Suaka Di Nauru Bag7

Kekerasan juga kerap terjadi di antara para pencari suaka di pusat detensi di Pulau Manus. Misalnya, kerusuhan massal ketika seorang pencari suaka asal Iran, Reza Berati, 23 tahun, dibunuh pada 17 Februari 2014. Nauru dan Manus menjadi tempat bermukim para pencari suaka Australia sejak 2013. Ketika itu sekitar 1.200 pria, wanita, dan anak-anak dari kawasan negara-negara Timur Tengah—menggunakan perahuperahu kayu—mengungsi dan mencari suaka ke sejumlah negara.

Salah satu tujuannya, Australia. Australia menerapkan kebijakan ketat terhadap para pencari suaka dan pengungsi. Ketimbang membiarkan mereka masuk secara ilegal, Canberra menempatkan mereka di dua pulau tersebut hingga mendapat status pengungsi dan ditempatkan di negara ketiga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *