Categories
News

Kereta LRT Kurangi Macet Sekaligus Dongkrak Properti

Belum juga rampung pembangunan Mass Rapid Transit (MRT), Pemprov DKI sudah disibukkan dengan proyek transportasi baru yang diramalkan akan mengurangi kemacetan Jakarta sekaligus diprediksi dapat mendongkrak properti di sepanjang jalurnya.

Baca juga : “ Jual Genset Bali

Anda yang tinggal di Jakarta, mungkin sudah gerah dengan masalah kemacetan yang semakin menjadi-jadi setiap harinya. Ledakan penduduk Jakarta yang tak terbendung menjadi salah satu faktor yang menimbulkan masalah ini. Bayangkan saja, total populasi di kawasan Jakarta dan Bodetabek tahun ini mencapai 33,2 juta jiwa. Angka ini sontak membuat Jakarta menduduki posisi kedua sebagai kawasan urban terbesar setelah Tokyo, Jepang.

Arief Rahardjo, Direktur Research & Advisory Cushman & Wakefeld Indonesia (lembaga riset dan konsultan properti) membeberkan jumlah warga yang beraktivitas di Jakarta pada malam hari mencapai angka 10 juta jiwa dan sebanyak 13 juta jiwa beraktivitas di pagi hingga sore hari. Kebanyakan dari mereka adalah warga penglaju (komuter) yang tinggal di daerah “tetangga” (Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) dan melakukan perjalanan ke Jakarta untuk bekerja.

Badan Pusat Statistik mencatat ada sekitar 2,43 juta warga komuter yang melakukan perjalanan ke Jakarta setiap harinya. Sebanyak 70% para komuter tersebut menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju lokasi kerja. Angka tersebut belum ditambah warga asli Jakarta yang juga lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi ketimbang transporasi umum. Inilah yang membuat kemacetan di Jakarta tak kunjung usai.

Fasilitas dan faktor keamanan yang tidak memadai disinyalir menjadi alasan mengapa mereka enggan menggunakan moda transportasi umum. “Perbaiki kualitas transportasi umumnya dulu kali ya, baru kita (warga) bisa menggunakannya dengan aman dan nyaman. Kalau sekarang kan, fasilitas kurang, kalau naik kereta penuh banget, kalau naik Trans Jakarta juga macet dan enggak aman. Jadi gimana kita mau naik transportasi umum,” ujar Fransisca Indah (26), karyawati sebuah perusahaan di Jakarta Pusat, yang setiap harinya menggunakan mobil pribadi.

Diperkenalkan Kembali

Beragam cara dilakukan Pemprov DKI Jakarta guna membuat warganya beralih menggunakan transportasi umum. Misalnya, dengan meningkatan kualitas Trans Jakarta, menambah rute baru KRL commuter line, membangun MRT, dan saat ini yang terbaru adalah membangun Light Rail Transit (LRT). Gagasan LRT muncul setelah proyek monorel gagal direalisasikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *