Categories
Tekno

Linksys Smart Wi-Fi Router EA6900 User Friendly dengan Tampilan Widget

Tampilan control panel biasanya terli hat menakutkan untuk orang awamyang baru mengenal router. Pasalnya, control panel umumnya terlihat kaku dengan bahasa yang cukup teknis. Hampir semua router memang sudah memiliki feature setup wizard sehingga Anda dapat melakukan konfigurasi awal yang mudah. Namun untuk konfigurasi jaringan, Anda harus masuk ke dalam control panel secara menyeluruh. Untuk memudahkan saat melakukan konfigurasi, Linksys Smart Wi-Fi Router EA6900 mengadopsi tampilan widget pada saat pertama kali Anda membuka control panel. Hampir semua informasi dapat Anda lihat hanya dengan melihat halaman tersebut.

Mulai dari status jaringan, perangkat apa saja yang terkoneksi, media priorization, parental control, hingga perangkat USB. Widget device list, tidak hanya menyajikan perangkat apa saja yang terkoneksi, detail masing-masing perangkat pun dapat terdeteksi. Seperti IP address, MAC address, hingga sistem operasi yang digunakan. Widget yang ditampilkan pun didesain fleksibel. Jika tidak dibutuhkan, Anda dapat membuangnya. Atau jika informasi tersebut cukup penting, Anda diizinkan untuk menggeser posisinya. Pada konfigurasi media priorization, Anda dapat mengatur prioritas perangkat, aplikasi, maupun game online yang biasa dimainkan. Tampilannya pun user friendly.

Untuk mengatur prioritas, Anda cukup melakukan drag and drop dari daftar perangkat maupun daftar aplikasi dan game. Dengan begitu, Anda tidak perlu menulis IP address dari perangkat yang terkoneksi untuk memasukkannya ke dalam priority list. Untuk kebutuhan multimedia, router ini menggunakan standar konektivitas AC1900. Dengan standar konektivitas tersebut, router ini memiliki kecepatan teoritis hingga 1,3 Gb/s. Dengan begitu, Anda dapat menikmati konten multimedia melalui streaming tanpa tersendatsendat. Pada bagian belakang router juga terdapat dua buah port USB. Satu di antaranya merupakan port USB 3.0.

Categories
Rumah

Cara Mengaplikasikan Cat Kayu untuk Furnitur di Rumah

Inovasi terkini di bidang cat kayu memungkinkan Anda mengecat furnitur, kusen, pintu, atau daun jendela di dalam ruang tanpa perlu takut keracunan dan bau yang tidak nyaman. Anda memiliki furnitur kayu mentah dan berencana untuk mengecatnya. Ini dia tahapannya.

Furnitur Baru

1. Ampelas seluruh permukaan kayu dengan menggunakan ampelas no. 150. Pengampelasan harus dilakukan searah dengan serat kayu. 2. Bersihkan serbuk bekas pengampelasan dengan menggunakan kain ball serta pastikan debu dan kotoran tidak ada yang menempel di permukaan kayu.

Baca juga : “ Jual Genset Semarang

3. Lapisi permukaan kayu dengan menggunakan Gum Sealer sebanyak 2 lapis untuk mencegah mencegah getah kayu keluar, sehingga warna furnitur tidak berbercak di kemudian hari. Diamkan 30—60 menit agar Gum Sealer meresap ke dalam kayu dan menempel sempurna. 4. Pilih warna kayu (Petalac Aqua Wood Stain) sesuai dengan yang Anda inginkan. Anda bisa memilih warna tua, muda, atau natural.

5. Lakukan proses pewarnaan kayu dengan menggunakan kuas busa agar hasilnya rata. Diamkan cat selama 2 menit, lalu lap cat dalam kondisi belum kering agar pewarnaan merata. Setelah itu, keringkan selama 30—60 menit. 6. Lakukan proses pengecatan dengan menggunakan Sanding Sealer untuk menutup pori-pori kayu. Bagi Anda yang ingin mengekspos urat kayu, tahap ini bisa dihilangkan. Semua tergantung dengan selera Anda.

7. Lakukan pengecatan akhir dengan menggunakan Top Coat. Cat ini tersedia dalam tampilan semi glossy, glossy, dan matt. Untuk hasil glossy maksimal, lakukan 2x pengecatan dengan jeda pengecatan selama 30 menit.

Furnitur Lama

Bagaimana mempercantik furnitur lama agar tampil baru? Tjahjadi mengungkapkan bahwa mengecat furnitur lama dan baru itu pada dasarnya sama saja. “Bedanya, hanya di proses awalnya saja,” ucap Tjahjadi. Ini dia tahapannya.

1. Kenali cat furnitur lama, apakah menggunakan cat water based (berbahan dasar air) atau solvent based (berbahan dasar minyak). Cara mengenalinya dengan meneteskan thinner di permukaan cat furnitur lama. Jika cat furnitur lama terasa lengket (larut) atau sama sekali tidak lengket (tidak larut) dapat dipastikan bahwa cat furnitur lama berbahan dasar minyak. Sedangkan apabila cat furnitur lama menjadi empuk setelah terkena thinner dan cat mudah terkelupas, kemungkinan cat lamanya berbahan dasar air.

2. Jika dulunya cat menggunakan solvent based, Anda wajib mengerok seluruh permukaan cat dengan menggunakan ampelas no.150 atau dengan menggunakan bantuan bahan pengelupas cat (paint removing). Tujuannya, agar cat lama terbuang dan digantikan cat baru. Cat berbahan dasar minyak tidak bagus jika ditimpa ulang. Sementara, jika cat lama berbahan dasar air, Anda bisa menimpa cat lama dengan cat baru namun terlebih dulu permukaan furnitur lama diampelas dengan ampelas no.400. 3. Anda bisa melakukan tahapan yang sama seperti aplikasi pada furnitur baru, dari tahap 2 hingga tahap 7.

Categories
Tekno

ASUS RT-AC52U Kelas Mainstream dengan Feature Lengkap

Tidak hanya dapat menggunakan rou ter high-end untuk menikmati kencangnya transmisi data dengan jaringan Wi-Fi, router kelas mainstream pun mampu menyajikan kecepatan yang cukup mumpuni berkat menggunakaan standar 802.11ac. ASUS RT-AC52U merupakan salah satu contoh router kelas entry. Berkat standar konektivitas AC750, router ini memiliki kecepatan teoritis hingga 433 Mb/s. Selain beroperasi pada frekuensi 5 GHz, router ini juga sekaligus memancarkan sinyal frekuensi 2,4 GHz. Dengan begitu, Anda dapat menghubungkan berbagai macam perangkat yang masih menggunakan frekuensi 2,4 GHz.

Pada sisi belakang, ASUS RT-AC52U memiliki lima buah port RJ-45. Empat di antaranya berfungsi untuk mengoneksikan jaringan LAN. Sedangkan sisanya diperuntukkan khusus untuk menghubungkan jaringan WAN. Selain itu, di sebelah port RJ-45 terdapat sebuah port USB 2.0 dan tombol WPS. Jika Anda tidak menggunakan transmisi sinyal Wi-Fi, Anda dapat mematikannya melalui tombol Wi-Fi On/ Off pada sisi depan. Untuk mengusir panas yang dihasilkan oleh router, pada sisi kiri dan kanan terdapat ventilasi udara.

Sebagai router kelas mainstream, router ini memiliki feature yang cukup lengkap. Port USB yang ada pada router ini dapat Anda manfaatkan untuk berbagai keperluan. Pasalnya, port USB tersebut dapat mendeteksi berbagai macam perangkat, seperti printer, modem berinterface USB, dan media penyimpanan eksternal. Tidak hanya sebatas mendeteksi, Anda juga dimanjakan dengan berbagai macam feature yang menarik.

Bagi Anda pengguna ASUS WebStorage, router ini pun dapat terhubung dengan layanan tersebut. Dengan feature Smart Sync, router ini dapat melakukan sinkronisasi secara otomatis dengan data yang ada pada ASUS WebStorage. Untuk dapat melakukan sinkronisasi dari ASUS WebStorage, pastikan media penyimpanan eksternal terhubung dengan router ini. Agar dapat diakses melalui smartphone, Anda dapat menggunakan aplikasi ASUS AiCloud.

Categories
Tekno

Cooler Master Seidon 240M Penyempurna dari Generasi Sebelumnya

CoolerMaster merupakan salah satu produsen tenar di produk pendingin dan casing. Kali ini, Cooler Master mengirimkan sample produknya ke meja redaksi CHIP. Sebuah pendingin watercooling dengan close loop system dengan radiator dan pendingin sudah terisi cairan pendingin. Produk ini sudah teruji untuk tahan terhadap tekanan dan dijamin bebas perawatan. Radiator 240mm berteknologi UltraFine Micro Channels merupakan desain khas dari Coolermaster, dilengkapi dua buah kipas pendingin berukuran 12cm.

Watercooling ini dapat diaplikasikan ke produk AMD maupun Intel yang masih beredar di pasaran. Pemasangannya pun tergolong mudah. Hanya saja Cooler Master tidak menyediakan toolkit untuk pemasangan watercooling. Cooler Master Seidon 240M ini dilengkapi dengan 3pin power untuk mengawasi putaran watercooling. Selain itu dua buah fan yang terpasang di radiator juga menggunakan dual PWM yang secara otomatis mengatur putaran kipas ketika full load maupun idle.

Dalam paket penjualan juga terdapat Anti Vibration Rubber Pads yang berguna untuk meredam getaran sekaligus suara yang dihasilkan. Pengguna yang masih awam tentang pemasangan watercooling tidak perlu khawatir. Cooler Master menyediakan manual yang sangat lengkap dan terperinci. Saat PC dinyalakan, terdapat indikator berwarna biru yang menandakan watercooling ini menyala dan berjalan normal. Sayangnya, tidak ada software tambahan khusus untuk mengontrol putaran fan ataupun memonitor suhu.

Dari hasil pengujian, watercooling dari Coolermaster ini mampu menunjukkan performanya dengan sangat baik. Pengujian yang dilakukan antara lain menggunakan software CPU stress tester seperti Intel Burn Test dan prime 95. Suhu maksimum yang dihasilkan adalah 64 derajat. Sedangkan pada saat idle, suhu yang didapat adalah 29 derajat. Secara keseluruhan watercooling ini mengesankan apalagi harganya pun relatif terjangkau.

Categories
News

Kereta LRT Kurangi Macet Sekaligus Dongkrak Properti Bagian 2

Proses pembangunan monorel yang rumit dan memakan bujet besar, membuat proyek ini mandek dan jalan di tempat. Tersendatnya proyek monorel melahirkan konsep LRT. LRT merupakan sistem transportasi massa yang konstruksinya ringan dan bisa berjalan bersama lalu lintas lain atau dalam lintasan khusus. Sebenarnya Indonesia pernah mengembangkan konsep ini pada zaman kolonial Belanda, yang dikenal dengan nama trem.

Baca juga : “ Distributor Genset Surabaya

Namun, karena tidak dirawat dengan baik, trem pun sering mogok sehingga lama kelamaan mulai ditiadakan. Konsep trem kembali dipopulerkan saat ini dengan mengusung nama yang lebih modern. LRT Jakarta nantinya akan menghubungkan Bodetabek dengan pusat kota. Posisi stasiun LRT akan dibuat berdekatan dengan lokasi bisnis dan perkantoran. Sehingga, pengguna yang bekerja di Jakarta hanya perlu berjalan kaki sebentar untuk mencapai lokasi.

Hendra Hartono, CEO Leads Property Services Indonesia, mengungkapkan proyek LRT menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan moda transportasi di Ibu Kota. Lebih banyaknya kawasan yang dilalui LRT membuat pemerintah yakin, moda transportasi ini dapat mengurangi volume kendaraan di Ibu Kota. Di sisi lain, akses yang mudah menuju ke pusat kota dapat membuat banyak orang tidak ragu untuk tinggal di luar Jakarta.

Perkembangan Kawasan Sekitar LRT

Adanya LRT tak hanya mengatasi masalah kemacetan. Arief menuturkan dengan adanya proyek pembangunan LRT, ia optimis kawasan-kawasan yang terlalui oleh transportasi ini akan mengalami perkembangan pesat. Properti yang akan banyak bermunculan lebih didominasi apartemen.

Diprediksi, peminat hunian di kawasan ini lebih mengarah pada investor, keluarga muda, mahasiswa, dan para pekerja komuter yang berkerja di sekitar kawasan tersebut. “Kami mengamati akan ada sekitar 70% pembeli properti ini adalah investor, selebihnya keluarga muda, mahasiswa, dan pekerja kantoran yang bekerja di sekitar kawasan LRT,” ujar Arief menjelaskan.

Dengan adanya kemudahan akses dan kehadiran transportasi baru, membuat harga kawasan di sekitarnya akan melambung tinggi. Kenaikan harga akan berlangsung secara bertahap, mulai dari realisasi pembangunan hingga proyek sudah dapat dioperasikan.

Saat ini, fase pertama pembangunan sudah mulai dilakukan di kawasan Cibubur dan Bekasi, depan Taman Mini Indonesia Indah. Pembangunan ditargetkan rampung pada akhir 2016 mendatang. Jadi, jika Anda berencana ingin membeli hunian atau investasi, Anda bisa memilih di daerah terdekat dengan jalur LRT ya!

Categories
News

Kereta LRT Kurangi Macet Sekaligus Dongkrak Properti

Belum juga rampung pembangunan Mass Rapid Transit (MRT), Pemprov DKI sudah disibukkan dengan proyek transportasi baru yang diramalkan akan mengurangi kemacetan Jakarta sekaligus diprediksi dapat mendongkrak properti di sepanjang jalurnya.

Baca juga : “ Jual Genset Bali

Anda yang tinggal di Jakarta, mungkin sudah gerah dengan masalah kemacetan yang semakin menjadi-jadi setiap harinya. Ledakan penduduk Jakarta yang tak terbendung menjadi salah satu faktor yang menimbulkan masalah ini. Bayangkan saja, total populasi di kawasan Jakarta dan Bodetabek tahun ini mencapai 33,2 juta jiwa. Angka ini sontak membuat Jakarta menduduki posisi kedua sebagai kawasan urban terbesar setelah Tokyo, Jepang.

Arief Rahardjo, Direktur Research & Advisory Cushman & Wakefeld Indonesia (lembaga riset dan konsultan properti) membeberkan jumlah warga yang beraktivitas di Jakarta pada malam hari mencapai angka 10 juta jiwa dan sebanyak 13 juta jiwa beraktivitas di pagi hingga sore hari. Kebanyakan dari mereka adalah warga penglaju (komuter) yang tinggal di daerah “tetangga” (Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) dan melakukan perjalanan ke Jakarta untuk bekerja.

Badan Pusat Statistik mencatat ada sekitar 2,43 juta warga komuter yang melakukan perjalanan ke Jakarta setiap harinya. Sebanyak 70% para komuter tersebut menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju lokasi kerja. Angka tersebut belum ditambah warga asli Jakarta yang juga lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi ketimbang transporasi umum. Inilah yang membuat kemacetan di Jakarta tak kunjung usai.

Fasilitas dan faktor keamanan yang tidak memadai disinyalir menjadi alasan mengapa mereka enggan menggunakan moda transportasi umum. “Perbaiki kualitas transportasi umumnya dulu kali ya, baru kita (warga) bisa menggunakannya dengan aman dan nyaman. Kalau sekarang kan, fasilitas kurang, kalau naik kereta penuh banget, kalau naik Trans Jakarta juga macet dan enggak aman. Jadi gimana kita mau naik transportasi umum,” ujar Fransisca Indah (26), karyawati sebuah perusahaan di Jakarta Pusat, yang setiap harinya menggunakan mobil pribadi.

Diperkenalkan Kembali

Beragam cara dilakukan Pemprov DKI Jakarta guna membuat warganya beralih menggunakan transportasi umum. Misalnya, dengan meningkatan kualitas Trans Jakarta, menambah rute baru KRL commuter line, membangun MRT, dan saat ini yang terbaru adalah membangun Light Rail Transit (LRT). Gagasan LRT muncul setelah proyek monorel gagal direalisasikan.

Categories
News

Pengaruh Perkembangan 5G di Dunia Terhadap Kecepatan Akses internet Terutama WA WEB

Pengaruh Perkembangan 5G di Dunia Terhadap Kecepatan Akses internet Terutama WA WEBResponse tim satu milisecond, ini sekitar 50 kali lebih cepat da ri response time 4G,” ujar Hardyana Syintawati, VP Managing & Communication Ericsson In donesia saat konferensi pers di Jakarta beberapa e 5G dari perangkat ke BTS mencapai­ ­ waktu lalu. Ia pun lalu menjelaskan bahwa response time adalah waktu yang dibutuhkan BTS untuk bereaksi atas permintaan koneksi dari perangkat. “Response time yang cepat ini diperlukan karena dimasa depan, eranya Internet of Things di mana semua diatur lewat koneksi Internet, perangkat ini perlu waktu respons yang lebih cepat kalau tidak mau terjadi kekacauan,” tambahnya. Ia lantas mencontohkan bagaimana pengaturan lampu lalu lintas dan penyebrang jalan dan mobil yang menyetir otomatis perlu respons cepat jika tidak ingin terjadi kecelakaan. “Kalau BTS lambat memberitahu mobil otomatis untuk mengerem, dapat dibayangkan akibatnya,” tuturnya lagi. Meski demikian, 5G hingga saat ini masih dalam taraf penelitian dan pengembangan. Hardyana menambahkan teknologi ini akan siap dikomersilkan pada 2020. Kenapa perlu 5G? LTE atau 4G dengan kecepatan hingga 100Mbps memang jadi koneksi Internet wireless tercepat dan digadang­gadang lebih diandalkan saat ini ketimbang generasi sebelumnya. Namun, jutaan pengguna Internet terus menuntut layanan yang lebih gegas. Belum lagi kedatangan Internet of Things yang berarti tambahan miliaran perangkat yang juga haus layanan Internet yang stabil. Melayani miliaran pelanggan manusia dan mesin ini, perlu terobosan baru. Standar dari kecepatan koneksi 5G ditetapkan sebesar 1Gbps. Tujuan akhirnya harus bisa memberikan kecepatan multi­gigabita.

Bisa dibayangkan, dengan kecepatan ini, berarti mendownload film HD bisa dilakukan dalam hitungan detik! Tapi di depan sana, tantangannya bukan lagi mengirimkan gambar kualitas HD, tapi Ultra HD dan 4K, yang tentu lebih boros bandwidth. Selain itu, jalur Internet cepat ini juga bukan sekedar untuk memenuhi keinginan hura­hura kita semata, tapi untuk menangani hal lain yang lebih penting dari itu. Berkaitan pula dengan keselamatan dan nyawa manusia. Sebab, teknologi baru ini disiapkan untuk mampu merespons era Internet of Things. Era segala perangkat saling terkoneksi satu sama lain lewat Internet, di mana bisa dilakukan pembedahan jarak jauh atau self­driving car misalnya. Untuk bisa mengakomodasi ini semua, 5G perlu respons time yang lebih cepat. Gunanya agar perangkat yang dijalankan dari jarak jauh atau berjalan otomatis itu tidak terlambat menanggapi perintah yang akhirnya menimbulkan celaka. “Dengan LTE ketika Anda menyentuh layar, Anda perlu menunggu beberapa saat agar web merespons. Ini belum cukup cepat. Misalnya, Anda mungkin tak akan merasakan (kelambatan respons time dengan kecepatan) 500 hingga 600 ms, yang ber arti latensinya sekitar setengah detik.

Tapi, kalau Anda mengendarai mobil otomatis dan meminta untuk belok kanan, dengan delay 100ms, Anda akan mendapat masalah. Ini yang tidak dimiliki LTE,” jelas Dr. Wen Tong (Vice President of Wireless Research and CTO of Wireless of Huawei Technologies) seperti dikutip dari TechRadar. “Kita perlu mengurangi latensi hingga kurang dari 1ms. Itu berarti Anda perlu rancangan baru.” Selain kecepatan akses dan latensi yang lebih gegas, Hans Vestberg (CEO Ericsson) juga menyebutkan bahwa 5G juga harus makin pintar. Vestberg lantas mencontohkan mobil self­driving. Kendaraan ini perlu koneksi berlatensi rendah yang akan meningkatkan waktu responsnya. Sementara pengendara di dalamnya perlu kecepatan koneksi yang tinggi untuk melayani kebutuhan smartphone. Jaringan 5G mesti mahir mengatur ketersediaan koneksi dengan kebutuhan berbeda ini. Jaringan juga tahu ketika baterai smartphone pengguna hampir habis, maka ia akan mengurangi jumlah ping ke perangkat untuk menghemat energi, demikian seperti dilansir dari CNet. Selain itu GSMHistory.com juga menyebutkan tiga ciri lain dari koneksi 5G. Menurut website itu, biaya investasi 5G harus lebih murah meski performanya lebih baik dari LTE. Kecepatan Internet yang dihasilkan 5G merupakan hasil dari kepadatan berbagai cell kecil yang terpasang, ketimbang mengandalkan tower cell besar (BTS) saja. Dengan koneksi cell­cell kecil ini, pengguna mendapatkan koneksi dengan cakupan yang tak terputus. Kedepannya, akan digunakan koneksi dengan menggabungkan fiber dan nirkabel, dan untuk pertama kalinya Internet wireless akan menggunakan spektrum milimeter (20­60GHz). Saat ini, koneksi selular biasanya dilakukan pada frekuensi 600 MHz hingga 3GHz. Koneksi di spektrum milimeter ini tak bisa dilakukan oleh teknologi GSM yang ada saat ini, demikian ReCode. Di spektrum ini, memungkinkan kecepatan akses tinggi hingga 10Gbps. Peningkatan kecepatan ini terjadi karena pada spektrum data yang dibawa menumpang saluran magnitude yang lebih besar dari yang ada sekarang.

Perbandingannya, seperti jalan tol empat jalur yang diperlebar hingga 100 jalur atau lebih. Jika Anda menambahkan jalur di jalanan, berarti makin banyak kendaraan yang bisa lewat. Dan untuk membuatnya lebih efisien, beberapa jalur dibuat untuk pengendara jarak jauh, sementara jalur lain khusus digunakan untuk lalu lintas lokal. Tantangan Meski mampu membawa paket data yang lebih besar, sayangnya kelemahan frekuensi tinggi ini adalah pada cakupannya yang lebih sempit dari frekuensi di bawahnya. Sehingga, perlu banyak pemancar agar coverage bisa mencapai berbagai area. Namun, mendirikan menara­menara BTS dengan kerapatan tinggi, tentu bukan pilihan. Opsi ini hanya membuat kota menjadi seperti hutan BTS. Untuk itu, digunakan cell­cell kecil tadi untuk meneruskan sinyal. Dengan demikian, selain koneksinya lebih baik, biaya yang diperlukan untuk membangun cell jadi lebih murah. Dengan cell yang tersebar ini berarti layanan nirkabel bisa menjangkau lebih jauh dan lebih cepat. Cara ini berguna terutama di kota dengan kepadatan penduduk tinggi. Selain itu, koneksi ini juga mengombinasikan koneksi nirkabel pendek dan fiber optik. Mirip seperti yang disediakan pada layanan Wi­Fi. Cell kecil ini juga membantu mengisi area yang tidak tercakup oleh BTS besar. Cell kecil ini mendukung macrocell. Saat ini implementasi small cell ini bisa kita lihat sebagai penguat sinyal di gedung perkantoran dan rumah. Pada 5G, ide ini digunakan untuk wilayah perkotaan berpenduduk padat yang haus koneksi internet. Bentuknya jauh lebih kecil dari router Anda dan tidak perlu ditempatkan ditiang seperti BTS saat ini. Small cells bisa dibuat tak terlihat, ditempatkan di lampu jalan, bahkan di dinding bangunan. Sebab ukurannya lebih kecil, maka jangkauannya pun lagi­lagi lebih sempit. Ada risiko yang harus dihadapi dengan jangkauan yang hanya 200 hingga 300 meter. Ini berarti tantangan ketika small cell mengoper koneksi dengan small cell berikutnya ketika pengguna di dalam kendaraan yang sedang bergerak cepat. Saat berkendara, berarti Anda (dan kendaraan) mesti melewati beberapa small cell sekaligus. Ini meningkatkan risiko kehilangan atau distorsi paket data. Kendala ini coba diatasi dengan menugaskan small cell hanya untuk menangani paket data. Namun, ketika ia mendeteksi pengguna sedang bergerak diantara banyak small cell, untuk menjaga koneksi yang stabil, koneksi dialihkan ke macrocell.

Ini sesungguhnya menambah kerumitan, sehingga perlu ada inovasi lain. Baik dengan menguatkan jaringan dari ujung ke ujung atau menggunakan software define networking (SDN). Solusi ini memungkinkan operator mencari jalan terbaik untuk mengantar data yang dibawa dengan mencari rute tersingkat. Data juga bisa langsung diproses di base station, pengontrol jaringan radio, tanpa harus dibawa ke pusat terlebih dulu. Teknologi antena untuk mengirimkan sinyal juga perlu dimutakhirkan. Semakin canggih antena akan mengurangi data terputus tiba­tiba. Ini penting untuk keamanan. Selain mengatur transportasi mobil otomatis, koneksi berlatensi rendah ini juga diperlukan untuk melakukan pembedahan jarak jauh lewat robot. Sebab jaringannya lebih cerdas, 5G juga lebih bisa memonetisasi pengguna berdasarkan intensitas jaringan yang mereka gunakan. Mereka yang membayar mahal bisa mendapat priori tas jaringan.

Namun, hal ini sebenarnya bertentangan dengan aturan net neutrality. Konsensus Konsensus global diperlukan agar pengembangan 5G punya standar yang sama sehingga tak ada masalah kompatibilitas. Industri, komunitas telekomunikasi, akademisi, diajak berembuk untuk menentukan masa depan 5G. Setidaknya mereka yang berkecimpung di industri ini sepakat bahwa 5G harus bisa melayani komunikasi machine­to­machine (M2M) seraya melayani kebutuhan IoT. Next Generation Mobile Networks Alliance (NGMN Alliance) memaparkan beberapa konsep standar lain yang telah disepakati. Salah satunya adalah kesepakatan bahwa data rates 5G, harus mampu mendukung puluhan ribu pengguna. Penggunaan spektrum 5G pun harus lebih efisien ketimbang 4G, cakupan sinyal harus diperluas, dan peningkatan efisiensi pemancaran sinyal. Setelah konsep disepakati, ke depan, EC’s Kleiner menyarankan agar industri mesti mulai menetapkan standarisasi yang lebih teknis, semisal mengenai alokasi spektrum. Sebagaimana kita ketahui, data ditransmisikan lewat gelombang radio. Gelombang radio ini terbagi menjadi beberapa pita berjarak tertentu dengan frekuensi tertentu. Tiap frekuensi di pita ini ditujukan untuk berbagai tipe komunikasi berbeda. Baik untuk radio, televisi broadcast, jaringan selular, radio komunikasi, sinyal navigasi kapal laut dan pesawat, dan lainnya. Pengaturan penggunaan frekuensi ini diatur oleh International Telecommunications Union (ITU). Tabel yang menggambarkan perkembangan teknologi GSM dari masa ke masa. Jangka penelitian dan pengembangan tiap jaringan diatas setidaknya dilakukan selama satu dekade sebelum menjadi standarisasi, jaringan menjadi komersil, dan produsen akhirnya menyediakan perangkat yang kompatibel. Satu dekade Meski rasanya 4G baru saja digembar­gemborkan kemarin, tapi sebenarnya teknologi jaringan selular baru berevolusi tiap dekade. “Mulai dikembangkan hingga siap dikomersialisasi, rata­rata membutuhkan waktu 10 tahun,” jelas Hardyana.

Ia lantas menunjukkan tabel yang menunjukkan perkembangan GSM dari masa ke masa. Menurut tabel yang dipaparkan, perkembangan jaringan telekomunikasi nirkabel analog muncul pada 1980­an. GSM lantas muncul pada 1990­an, diikuti 3G pada 2000. Sepuluh tahun kemudian dikomersilkanlah jaringan 4G LTE. Diperkirakan 5G akan komersil pada 2020, meski Korea Selatan dan Jepang bersikukuh ingin menggelar layanan ini pada 2018 ketika Olimpiade digelar di kedua negara itu. Jaringan nirkabel baru hadir untuk mengatasi kelemahan jaringan yang ada sebelumnya. GSM memperbaiki kelemahan keamanan pada telepon analog, 3G hadir untuk menambal buruknya layanan data GPRS di 2G. Nah, 4G hadir untuk memberikan pengalaman ber­Internet yang lebih baik dari 3G yang sering macet, demikian menurut TechRepublic. Proses standar layanan mobile yang baru dilakukan bertahun­tahun sebelum layanan itu dikomersilkan. Pada saat layanan mobile tersebut digunakan orang banyak, standar itu harus bisa melayani permintaan pengguna hingga sepuluh tahun ke depan. Ini berarti, mereka yang terlibat dalam penetapan standar baru, harus bisa memandang atau memprediksi hingga 20 tahun ke depan. Pembuat standar 5G, harus bisa menghasilkan teknologi yang masih layak digunakan hingga 2030.

Categories
News

Tips Bangun Rumah di Jakarta agar Tidak Panas

Tips Bangun Rumah di Jakarta agar Tidak Panas – baNyak dari kita yang ketika mencari sebuah hunian lebih mengutamakan rumah-rumah yang tidak menghadap barat. Apa lagi alasannya kalau bukan panas matahari. Ya, bangunan yang menghadap barat tentu akan mendapat paparan sinar matahari sore yang begitu banyak. Tak hanya eksteriornya saja, interior rumah pun ikut terpengaruh oleh panasnya. Namun bila pada akhirnya rumah menghadap baratlah yang Anda dapatkan, mau tidak mau Anda harus mengakalinya. Cara simpel namun efektif yang bisa Anda gunakan adalah dengan menerapkan secondary skin. Banyak arsitek yang dapat memberikan desain secondary skin yang atraktif. Tak hanya menahan sebagian paparan sinar matahari, secondary skin pun turut memperindah tampilan fasad. seperti yang terlihat di kediaman indarmawan berikut ini.

Didesain oleh arsitek rully Yediaprianto dari PT Alborg Multiguna internusa, 2 desain secondary skin ini menjadikan fasad rumah sangat eye catching. Dengan bentuk dan penerapan yang berbeda, keduanya efektif mereduksi cahaya matahari dari arah depan bangunan. susunan beton ringan Desain yang pertama adalah secondary skin hitam putih yang terpasang pada bagian kiri fasad. Terbuat dari beton ringan yang dipotong dan diberi coating pelindung, secondary skin ini juga dicat hitam dan putih sehingga tampak kontras.

Pola penyusunannya pun cukup unik, yaitu diagonal, sehingga tampilan depannya terlihat berlapis-lapis. Fungsi dari secondary skin ini adalah untuk mengurangi intensitas cahaya matahari yang masuk ke jendela kaca kamar tidur di lantai atas, karena itu penerapannya tidak dimaksimalkan menutupi seluruh fasad. Barisan bata beton ringan ini juga diaplikasikan pada dinding pagar bangunan sehingga terlihat sebagai sebuah kesatuan desain. rongga-rongga putih Desain yang berikutnya adalah secondary skin berlubang-lubang yang sepintas tampak seperti rongga sarang lebah. Ukurannya yang cukup besar menjulang dari bagian tengah bangunan hingga ke ujung atap, dengan warna putih yang menarik atensi. Untuk secondary skin satu ini, fungsinya adalah untuk menutupi permukaan dinding di baliknya, agar panas matahari tidak menerobos ke ruang di dalamnya. Tak hanya itu, secondary skin tersebut juga tak hanya sekedar sebagai “kulit tambahan” melainkan menyatu dengan desain fasad rumah.

“Secondary skin ini merupakan satu kesatuan ide untuk fasad, yakni bentuk atap kanopi di sisi kanan dan kiri, ujung atap yang agak maju ke depan, dan secondary skin tersebut yang menjadi fokus point-nya,” jelas sang arsitek. Permukaan secondary skin ini terdiri atas bentuk-bentuk oval dengan permainan lekuk di tiap sisinya. Material penyusunnya adalah glassfibre reinforced cement atau GrC yang dilapis kembali dengan cat sebagai finishing. karena ukurannya cukup besar, proses pembuatan secondary skin ini dibagi menjadi beberapa proses pencetakan modul. setelah itu, barulah semua modul tersebut dipasang ke dinding bangunan. Pertama-tama, rangka dibuat terlebih dahulu dengan menggunakan besi siku sesuai modul secondary skin. Di bagian dalam modul, dipasangkan plat besi sebagai penampang. setelah itu, modul dipasangkan dengan metode las ke besi siku tadi. Barulah kemudian proses finishing sambungan dilakukan agar semua modul terlihat menyatu. Terakhir yang tidak kalah penting adalah jangan lupa gunakan genset agar alat elektronik di rumah anda masih berfungsi meski terjadi pemadaman listrik oleh PLN. Gunakan Genset yang berkualitas yang di dapat dari supplier jual genset jakarta yang terpercaya dan bergaransi